on July 5, 2009 by admin in Resensi Referensi, edisi 01, Comments (1)

Total Quality Management in Education

Manajemen Mutu Pendidikan

Penulis : Edward Sallis

Alih Bahasa : Dr. Ahmad Ali Riyadi dan Fahrurozi, M.Ag.

Penerbit : IRCiSoD, Jogjakarta

Tebal : 281 Halaman

Harga : Rp. 28.000,-

Mutu adalah sebuah hal yang berhubungan dengan gairah dan harga diri. (Tom Peters dan Nancy Austin, A Passion for Excelllence, 1985)

Saat ini mutu menjadi tantangan bagi institusi. Bagaimana mempertahankan dan meningkatkan sebuah mutu. Di dunia pendidikan, menjaga mutu sama halnya seperti menjaga mutu sebuah produk. Dalam hal ini produk pendidikan adalah pelajar. Bagaimana menciptakan pelajar yang berkualitas, atau bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan menjadi dasar untuk menerapkan Total Quality Management (TQM) dalam pendidikan atau sebut saja Total Quality Education (TQE).

Dalam buku ini diulas mengenai standart mutu yang diterjemahkan untuk dunia pendidikan, menerangkan konsep TQM dalam pendidikan. Mutu merupakan konsep yang dinamis, artinya selalu berkembang seiring dengan tantangan jaman. Beberapa konsep tentang mutu, yaitu mutu sebagai sebuah konsep yang absolut, Konsep relatif tentang mutu, dan definisi mutu menurut pelanggan, diulas cukup lengkap, termasuk tentang standart mutu, Kontrol Mutu, Jaminan Mutu, dan Mutu Terpadu.

Menjawab tentang apa ‘produk’nya dan siapa ‘pelanggan’nya, produk pendidikan dan pelanggan pendidikan. Mutu jasa yang terkait dengan metode, yang menjadi pertanyaan besar di masyarakat pendidikan, dijawab di sini. Dalam buku ini didefinisikan bahwa isntitusi pendidikan adalah sebagai penyedia jasa pendidikan, yang memiliki jasa pemberian beasiswa, penilaian dan bimbingan bagi pelajar, para orang tua, dan para sponsor mereka.

TQM adalah sebuah fiilosofi tentang perbaikan secara terus menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan para pelanggannya, saat ini dan untuk masa yang akan datang. (Edward Sallis, 2006)

Dijabarkan tentang beberapa miskonsepsi tentang TQM, Perbaikan Terus Menerus (step by step improvement) atau ‘Kaizen’ dalam bahasa Jepang, perlunya perubahan kultur dalam suatu TQM, kunci sukses kultur TQM, Institusi hirarkis dan institusi terbalik dalam pendidikan yang memposisikan pelajar di posisi teratas dan mengerucut ke bawah, memposisikan pemimpin sekolah di ujung hirarki.

Keragaman pelajar disikapi sebagai acuan untuk menyusun metoda terkait dengan mutu pembelajaran, karena pelajar merupakan pelanggan yang diutamakan dalam konsep TQM. Menjabarkan kendala-kendala yang dihadapi dalam memperkenalkan konsep TQM dalam pendidikan, dimana dalam penerapannya, TQM bukanlah hal yang mudah, tetapi nantinya akan membawa kepada mutu yang diharapkan. Mengulas keberhasilan dan kegagalan yang pernah dialami oleh para tokoh TQM, serta menjelaskan sebab-sebabnya sebagai pelajaran berharga dalam melaksanakan konsep TQM dalam pendidikan.

Pelanggan membutuhkan jaminan dan kepercayaan bahwa para pemasok memiliki kemampuan untuk memberikan produk atau jasa secara konsisten sesuai dengan mutu yang telah ditentukan. (Quality System, B5750, Bagian 4, 1990)

Dalam buku ini juga dibahas tentang Standar Mutu Inggris BS5750 dan standart internasional ISO9000 yang mendapatkan perhatian khusus di Amerika dan Eropa. Menjawab pertanyaan, Mengapa pendidikan harus mempertimbangkan BS5750, dan apa itu BS5750 dan ISO9000, dan sejauh mana BS5750 menjamin mutu, bagaimana mengaudit system mutu, bagaimana mengaplikasikan BS5750 dan ISO9000 dalam pendidikan, sebagai terjemahan dalam pendidikan, serta menjelaskan hubungan BS5750 dan ISO9000 dan Total Quality Management.

Manajemen mutu merupakan hal yang amat sangat dibutuhkan karena saat ini tidak ada lagi hal yang sederhana, itupun kalau hal yang sederhana pernah ada. (Crosby, 1986)

TQM dapat memberikan pesan aktual dan potensial kepada pelanggan, bahwa institusi menggunakan mutu secara serius, dan bahwa kebijakan-kebijakan dan praktek-prakteknya sesuai dengan standar mutu nasional dan internasional.

Membahas Kepemimpinan Pendidikan Mutu yang meliputi, mengkomunikasikan visi, peran pemimpin dalam mengembangkan sebuah budaya mutu, memberdayakan para guru, pentingnya kerja tim dalam pendidikan, serta alat dan teknik peningkatan mutu yang termasuk didalamnya tentang brainstorming, afinitas jaringan kerja, diagram tulang ikan, analisis kekuatan lapangan, pemetaan proses, standarisasi dan sebagainya. Disertai dengan Pengukuran, yaitu Daftar Uji Penilaian Diri dan Daftar Uji Pendidikan Mutu.

Buku ini layak menjadi konsumsi para pemerhati pendidikan, kepala sekolah, pimpinan institusi pendidikan, maupun para guru.

Tags:

1 Comment

  1. Yamaha Lover

    July 26, 2010 @ 9:59 am

    Great information, I just bookmarked you.

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CAPTCHA Image