on January 12, 2010 by admin in edisi 02, Comments (0)

Link and Match Pendidikan dan Industri

Pengangguran di Indonesia telah mencapai 9 juta jiwa. Pengangguran ini tercipta karena calon tenaga kerja tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia industri. Menteri Tenaga kerja dan transmigrasi, Erman Suparno mengatakan bahwa kompetensi para pencari kerja belum link and match dengan indusri.

Pengangguran menjadi fenomena gunung es yang hanya nampak kecil dipermukaan. Tidak match-nya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang kompeten menjadi permasalah tersendiri bagi industri untuk dapat menyerap tenaga kerja.

Untuk mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan sesui dengan dunia kerja maka hal tersebut dapat dimulai pada saat mereka menempuh pendidikan. Kalau menginginkan tenaga kerja dengan kualitas tinggi maka pendidikannya juga harus berkwalitas. Menurut Gunadi Sinduwinata Presiden Direktur Indomobil dalam seminar Internasional Optimalisasi Pendidikan Kejuruan dalam pengembangan SDM Nasional, mengatakan agar anak-anak muda, terutama dari lulusan sekolah tingkat atas yang ingin langsung kerja, maka mereka harus dibekali dengan skill yang sesuai dengan dunia kerja, ( www.padangmedia.com)

Dorongan industri untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan, banyak diwujudkan dengan model-model kerjasama dengan instansi/lembaga pendidikan baik pemerintah maupun swasta. Upaya tersebut menjadi cara untuk menghilangkan jurang ketidak link and match-an antara dunia pendidikan dan industri.

Sambutan baik juga telah datang dari dunia industri dibuktikan kerjasama yang baik antara Zirex Perusahaan Pembuat Komputer bersama dengan siswa SMK akan merakit dan memproduksi 12.000 komputer ini nantinya akan digunakan untuk membantu proses pembelajaran siswa-siswa SMK. Selain sebaga upaya agar siswa-siswa SMK dapat memproduksi alat-alat prakterk sendiri, juga menanamkan semangat enterprenour kepada siswa. (www.tempointeraktif.com)

Selain itu, belum terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dari dunia pendidikan juga mendesak industri untuk membuka program ikatan dinas kerja selama dua tahun, dan menyelenggarakan training-training khusus untuk menyambung keterputusan benang kompetensi produk dari dunia pendidikan.

Hal serupa juga muncul dari pemerintah yang mendorong dunia industri untuk memperbanyak sekolah politeknik. Dirjen Dikti, Fasli Jalal mengatakan untuk menghasilkan tenaga terdidik dan siap pakai, sekolah seperti politeknik dapat menjadi pilihan ditengah kecenderungan orang untuk mengedepankan gelar ketimbang kompetensi.

Kebijakan pemerintah saat ini dengan mengurangi pendirian SMA baru dan memperbanyak SMK dimaksudkan agar tahun-tahun mendatang dapat mengurangi pengangguran, temasuk juga dengan memperbanyak pendirian politeknik. Siswa dan mahasiswa Politeknik memang dipersiapkan untuk siap kerja mandiri menjadi enterprenour yang membuka lapangan kerja untuk orang lain atau bekerja pada instansi yang membutuhkan sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki. (www.antara.co.id)

“Tahun ini dibutuhkan 4000 tenaga kerja lagi dan baru terpenuhi 3.000 orang jadi masih kurang 1.000 orang lagi. Tapi itu tidak mudah karena yang kompeten hanya sedikit” Menakertrans

Dengan upaya-upaya dari semua pihak, keresahan Menakertrans untuk memenuhi kekurangan 1000 tenaga kerja ditahun ini, tidak lagi terjadi ditahun-tahun mendatang. Lebih-lebih dengan dipersipkannya tenaga kerja yang kompeten dari dunia pendidikan dan terciptanya Link and mach antara dunia industri dan dunia pendidikan.

Harapan yang lain, adalah lulusan sekolah kejuruan dan politeknik, tidak hanya menjadi tenaga kerja kompeten, tapi mampu menciptakan peluang kerja yang dibutuhkan orang lain. Bagaimana harapan itu dapat terwujud, adalah menjadi tanggung jawab dunia pendidikan yang me-link and match dengan dunia Industri. BINT_edu

Tags:

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CAPTCHA Image