on December 3, 2009 by admin in edisi 02, Comments (2)

Grass Block, Membantu Menyelamatkan Bumi

Wakil Presiden Bank Dunia Ismael Serageldin pernah berujar, jika berbagai perang pada abad ini nyaris selalu disebabkan oleh minyak bumi si emas hitam, perang masa depan akan dipicu oleh emas biru alias air. Satu dekade sejak ucapannya itu, krisis air di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, semakin nyata. Sebab itu, menyelamatkan air bukanlah upaya yang mengada-ada, dan bisa dimulai sejak di pekarangan rumah kita sendiri. Salah satu cara penyelamatan air secara sederhana adalah dengan membuat sumur-sumur resapan (peresap) air hujan. (Kompas, 5 Juni 2005)
Dr. Rosyid Hariyadi, M.Sc, ahli pengelolaan kualitas air (water quality management), yang juga peneliti pada Pusat Pengkajian Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan, yang disebut sebagai sumur resapan adalah sumur gali yang berfungsi untuk menampung, meresapkan, dan mengalirkan air hujan yang jatuh di permukaan tanah, bangunan, juga atap rumah. Dengan adanya sumur resapan, air hujan bisa lebih efektif terserap ke dalam tanah. (Kompas, 5 Juni 2005)
Salah satu penyebab banjir adalah air hujan yang tidak teresap ke dalam tanah. Padahal resapan air sangat diperlukan bukan hanya untuk mencegah banjir tetapi juga untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah. Banyak orang yang lupa saat membuat tempat parkir mobil, teras, atau jalanan dimana tanah tertutup rapat dengan beton dan aspal.
Penggunaan Paving atau Grass Block pada area bangunan seperti jalan dan pekarangan rumah sangat memungkinkan dalam peresapan air. Hal ini karena struktur Grass Block yang memberikan ruang untuk air dapat meresap ke dalam tanah.
Jadi beberapa keuntungan memakai Grass Block atau paving berumput adalah:
• Paving berumput mengurangi aliran air ke selokan dan menambah resapan air tanah
• Rumput bisa membantu mengurangi polusi gas, tetesan minyak bahkan karat
• Menambah estetika dan bisa dibuat pola yang menarik (akuinginhijau.wordpress.com, 2 Maret 2008)
Berdasarkan Standard Nasional Indonesia (SNI) No.03-0691-1996 paving blok (bata beton) atau Grass Block adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton, ungkap Ir.Rachmat Mudiyono, MT.PhD pada diskusi Doktor/ Forum Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (FP-IPTEK) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) pada Rabu 27 Juni 2007 di ruang aula Biro Rektor Unissula.
Sistem drainase pada konstruksi jalan paving blok dibedakan menjadi dua yaitu sistem drainase permukaan (terbuka) dan sistem drainase tertutup (sub soil drainage). Pada konstruksi paving blok yang sambungan diantara blok bersifat kedap air (sedikit mengalirkan air) maka saluran permukaan dengan sistem drainase terbuka sangat diperlukan, sedangkan sistem drainase tertutup digunakan pada konstruksi paving blok yang sambungan diantara blok bersifat permeable (tidak kedap air) maka air hujan akan masuk (infiltrasi) kedalam konstruksi jalan sebanyak 30% sampai 50%, syarat kemiringan minimal pada penampang melintang badan jalan 2 % hal ini untuk memudahkan aliran air hujan dipermukaan perkerasan. (www.unissula.ac.id, 28 Juni 2007)
Menurut Rita Laksmitasari, Dosen Luar Biasa Teknik Arsitektur Universitas Trisakti, Jakarta, “Setidaknya ada dua hal yang perlu diperhatikan saat pemasangan paving, yaitu pengisi celah dan fondasi di sekeliling paving”. Hubungan antarpaving tidak membutuhkan bahan ikat, melainkan cukup menggunakan pasir. Material seperti ini sering juga disebut dengan istilah unbond material. Lebar celah antarpaving sebaiknya sekitar 2-4 milimeter. Ukuran celah yang terlalu lebar akan menyebabkan pasir pengisi mudah keluar (shucking) dan paving bergeser. Idealnya, pasir yang digunakan untuk mengisi celah antarpaving memiliki butiran pasir yang tajam (lolos ayakan 2,4 milimeter), kadar air maksimal sekitar 5 persen, dan kadar lumpur maksimal 10 persen. Hal ini bertujuan agar air yang mengalir di atasnya bisa meresap ke dalam tanah.
Di samping rekatan pada sambungan paving, kekuatan paving juga dipengaruhi kondisi tanah sebagai alas peletakannya. Perubahan dan pergerakan struktur tanah bisa menyebabkan paving bergeser sehingga permukaan paving tidak rata satu dengan yang lain.
Dalam fungsinya, paving harus mampu menahan gaya horizontal dan gaya vertikal; keduanya disalurkan langsung ke dalam tanah. Gaya vertikal biasanya terjadi berkaitan dengan naik turunnya paving setelah dipasang. Salah satunya disebabkan tanah bagian bawah mengalami penurunan atau pergeseran. (Kompas, 2 Juni 2008
Diantara berbagai macam alternatif penutup permukaan tanah, paving blok lebih memiliki banyak variasi baik dari segi bentuk, ukuran, warna, corak dan tekstur permukaan, serta kekuatan. Penggunaan paving blok juga dapat divariasikan dengan jenis paving atau bahan bangunan penutup tanah lainnya.
Proses pembuatan paving blok relatif mudah untuk dilakukan dan tidak memerlukan persyaratan khusus lokasi. Karena itu untuk melakukan usaha pembuatan paving blok hampir merata dapat di lakukan di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sumber bahan baku.
Daerah Purwokerto di Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu daerah yang menghasilkan paving blok. Dilihat dari potensi dan daya dukung sumber daya alamnya cukup mudah untuk mendapatkan bahan baku pembuatan paving blok. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi pasir di Provinsi Jawa Tengah. Daerahnya yang dekat dengan pabrik Semen Nusantara di Cilacap (53 km) memiliki akses yang mudah untuk memperoleh semen. Secara geografis Kabupaten Banyumas terletak pada kisaran 25 – 500 m diatas permukaan laut, dimana lebih dari 45% merupakan daerah dataran. Luas wilayahnya mencapai 132.759 ha dimana 18.627 ha (18,65%) merupakan lahan untuk bangunan dan pekarangan. Suhu udara rata-rata sekitar 26,3oC dengan suhu minimum 24,4oC dan suhu maksimum 30,9oC. (www.bi.go.id). DF_edu

Tags:

2 Comments

  1. Wordpress Themes

    August 19, 2010 @ 8:43 am

    Genial post and this post helped me alot in my college assignement. Gratefulness you as your information.

  2. TrishaHowe

    September 3, 2010 @ 5:58 am

    Every one admits that men’s life seems to be expensive, nevertheless we require cash for different issues and not every one gets big sums cash. Thence to get good personal loans or just commercial loan would be a right way out.

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CAPTCHA Image